Kamis, 26 Juni 2014

Curhat ke Allah SWT

Lelah yang Kurasakan Menjalani hidup ini.....

Sudah 5 tahun bersamanya....
Bukan kebersamaannya yang Kusesali...
Tapi Keadaan yang membuat saya seperti ini.....
21 November 2009 kami menikah.... merencanakan keluarga bahagia....
dengan pengharapan memiliki 4 org anak...
tapi satu pun saja saya belum pernah memiliki.....

Segala cara upaya doa, sudah dilakukan, tapi nihil semua....
saya menikah melangkahi 3 org kakak laki-laki dari pihak suami saya.....
setelah saya menikah.... Kakak suami saya yang bernama Mas itonk (kakak no urut 6) menikah saya juga lupa tepatnya tahun berapa kemungkinan tahun 2012, dia menikah dan langsung mendapatkan keturunan sekarang anaknya berumur 2 thn.
Yang ke dua Mas Iwan (kakak no urut 3) menikah Feb tahun 2013 dan kemarin Bln Mei 2014 sudah melahirkan seorang anak laki-laki.
Yang ke tiga Mas Nedi (kakak no urut 5) menikah Feb tahun 2014 dan Bln Juni ini sudah hamil sekitar 3 minggu.

7 orang saudara suami sudah menikah semua dan sudah mempunyai anak dan calon anak, kecuali aku dan suami (urutan no 7).

1,2,3,4 tahun ini saya ga terlalu memusingkan tentang cemoohan orang, bersikap merendahkan, mencibir walaupun dengan perkataan yang halus...

Saya mencoba untuk kuat menghadapi ini semua namun bentengku sudah retak bahkan hancur sekarang....

Dokter, terapi, sudah dijalankan banyak biaya, waktu, materi yang keluar hasil NIHIL
memohon dengan Allah itu iya setiap waktu sambil menangis.
Orang didunia aja tidak bisa menolong aku....... tidak mungkin kugantung harapanku padanya.....
hanya Allah SWT tempatku memohon dan meminta pertolongan........

tapi kalo Allah saja tidak atau belum mau mengabulkan permohonannku terus aku bisa apa...............

sekarang saya hanya memohon ya Allah jangan beri aku ujian ini, aku uda tidak sanggup lagi.....

aku juga mohon aku tidak akan melakukan perbuatan yang konyol yang hanya menyengsarakan diriku kelak....

aku hanya memohon ya Allah jika aku tidak bisa memberi suamiku keturunan, aku mohon matikan saja aku...... biar dia bisa mencari pengganatiku untuk bisa mendapatkan keturunan.

karena aku sendiri sudah tidak mampu berdiri dilingkunganku sendiri, orang tuaku, tmn2ku,terlebih lingkungan suamiku.....

aku uda ga sanggup.......

Allah SWT mohon dengarlah doaku......



Minggu, 02 Maret 2014

Proses Inseminasi ed. 3



Mau berbagi Inseminasi kemarin neh, jam 8 pagi suami sudah standby di Rumah sakit untuk proses pengambilan sperma, dia diberikan wadah untuk menampung sperma tsb, disana disediakan ruangan untuk mengeluarkan sperma. Katanya didalam ruangan disediakan sofa dan televisi yang memutar film ****, lumayan lama 15 menitan baru selesai proses tersebut.
Saya nunggu dirumah soalnya jadwal Inseminasi Jam 10.00 WIB, kata suami mending nunggu dirumah aja biar ga capek ...
Setelah suami balik ke rumah, dia mandi dan bersih-bersih soalnya kebetulan hari itu kan hari jum’at. Setelah selesai saya dan suami meluncur kembali ke rumah sakit, Pas Jam 10.00 WIB diruangan di Lantai 2 khusus Fertilitas, ramai banget sampai-sampai gak ada tempat duduk. Uda gitu saya dan suami lgs ke suster menanyakan apakah si dokter sudah datang apa belum. Ternyata dokter masih rapat...., lumayan nunggu sampe jam 11.30 dokter baru dateng, ternyata pas hari itu yang akan menjalani proses inseminasi ada lebih dari 2 org, jadi antri untuk ruangannya....
Pas nunggu saya kenalan dg seseorang yang juga berobat disitu, namanya Ibu yane.. dia sendirian aja setelah ngobrol sedikit ternyata dia tinggal di probolinggo, yane sudah 8 thn menikah dan belum dikaruniai anak sama sekali, disana dia ikut programm Bayi Tabung (disingkat BT), dia pernah ikut inseminasi 2 kali, dan belum berhasil, suaminya bekerja diluar pulau. Kalau mendengar ceritanya untuk proses BT lebih rumit dan memakan biaya yang tidak sedikit, prosesnya harus bolak balik Rumah sakit.., ya disana kami berdua berbagi cerita tentang perjuangan yang telah ditempuh baik alternatif maupun dokter...., banyak cerita suka dukanya...
Setelah ngobrol panjang giliran ibu yane yang dipanggil duluan...
Setelah nunggu ternyata waktu sholat jumat telah datang, kebetulan dokter muslim dan laki-laki otomatis harus sholat jum’at dahulu, suami n dokter akhirnya sholat dulu...
Jam menunjukan pukul 12.30 WIB dokter sudah kembali, suamiku malah belum, aku sudah disuruh masuk keruangan persalinan dahulu sambil menunggu dokter, setelah disuruh ke kamar kecil dahulu dimulai proses ini...
Dokter dateng dan beliau minta maaf kalo jadwal insemnya mundur ampe jam segini, saya bilang gak apa2 dok, terus setelah diberitahukan jumlah sperma yg akan disemprotkan dengan alat sejumlah 10 juta saya berdoa mudah2an jumlah ini adalah yang terbaik dan menghasilkan sepasang anak yang baik..., memang selama ini di doaku saya selalu memanjatkan “Ya Allah SWT berilah hambamu sepasang anak yang baik dari sisimu, sesungguhnya Engkau Maha Pendengar Doa”. Amin...
Ga nyampe 15 menit proses tersebut sudah terjadi, pas dokter ngasih aba-aba kalo akan disemprotkan saya berdoa dalam hati...
Selesai sudah proses tersebut....
Saya disuruh menunggu lagi diatas tempat tidur untuk istirahat kurang lebih 45 menitan....
Diruangan itu posisi bokong saya lebih tinggi dari badan... dan istirahat....
Sambil komunikasi dg suami, suami udah ada didepan menunggu.... suami diluar.
Setelah selesai saya dikasih resep obat Penguat kandungan sebanyak 15 kapsul yang diminum atau dimasukkan ke maaf (Vagina saya).
Biaya Rp. 1.425.000,- proses Inseminasi beserta obatnya.
Berarti Total Biaya yang harus dikeluarkan untuk Proses Inseminasi sebesar Rp. 4.214.000,-
Setelah selesai semua saya sholat dhuhur dulu, kemudian mencari makan karena kebetulan uda jam 14.00 WIB,.
Jadi Bunda-bunda itu sedikit pengalaman saya untuk proses inseminasi berikut biayanya....
Semoga Tulisan ini membawa manfaat bagi pembacanya...
Dan tidak lupa mohon doa bunda-bunda semoga Proses ini berhasil, amin....
Hari ini saya proses menunggu sampai datangnya waktu Haid yang menurut perkiraan tgl 14 Maret 2014, Semoga jadi ya Allah SWT......

Kamis, 27 Februari 2014

Proses Inseminasi ed. 2



Tgl 25 februari 2014
Pas H+3 saya dateng lagi ke dokter, kali ini ko antrinya buanyak banget, sampe Bete nunggunya...
Nunggu.... lama.... mana suami ngajak datang duluan dri jadwal sebenarnya, berharap ada org yg membatalkan nomernya..., tapi ga ada... akhirnya nunggu deh ampe jam 22.00 giliran aku juga..
Setelah berkonsultasi sebentar, kemudian aku di suruh untuk dateng tgl 24 Feb 2014 (pagi) untuk melihat berapa sel telur yang siap untuk dibuahi... (mulai Masa Suburku), aku dikasih obat dhipten 10 kapsul harga perkapsulnya waktu itu Rp. 14,400
Untuk suami ada 2 jenis obat total sekitar 400 ribuan.
Untuk dikonsumsi setiap hari.... mulai diminum malam itu juga...
Hari-hari berlalu....
Tibalah tgl 24 des 14, sya dateng jam 09.30 WIB nunggu, katanya dokter belum datang....
Nunggu.... katanya dokter masih ada rapat pertemuan... ampe jam 12.00 baru dech ketemu dengan sang dokter...,
USG-V Biaya Rp. 150.000,- dilihat ada 1 sel telur yang uk normal diameter 17, dan yang disebelah kanan ada 1 diameter 12, ada 2 totalnya... cuman dokter hanya menyarankan untuk insem di posisi yang sebelah kiri aja.... cman ada 1 harapanku berarti ....
Setelah itu saya disuntik Ampul (untuk Menambah jumlah sel telur) yang disuntikan perut dibawah pusar, Biayanya Rp. 600.000,-
Besoknya pagi2 sekitar jam 8.30 saya disuntik lagi Ampul yang ke-2 Biaya Rp. 600.000,- juga.
Tgl 27 februari 2014
Dan saya dijadwalkan untuk USG lagi tgl 26 Feb 2014, janjian siang sekitar jam 12, tapi dokter dateng jam 2an... soalnya memang saya yang telat datengnya alhasil ditinggal.... tp setelah di tlp dokter mau kembali lagi kerumah sakit.
Setelah di USG-V Biaya Rp. 150.000, hasilnya alhamdulilah sel telur sebelah kiri ada 2 uk diameternya 21 dan 20 untuk yang kanan 18 dan 15 (tapi ga bisa), jadi ada 2 yang siap di insem tgl 28 feb 14 rencananya....
Malam itu juga saya dikasih resep suntik pemecah telur “oridel” Biaya Rp. 725.000,- karena posisi rumah sakit lmyn jauh aku suntik aja di daerah deket rumah daerah Pandugo Surabaya, di Bidan Biaya Rp. 20.000 (yang lucunya banyak yang ga berani suntik dibagian perut, takut katanya...., aku ketawa aja... masa suster ato bidan takut.... soalnya dikira suntiknya dibagian tangan...)
Besok Tgl 28 Februari 2014 bertepatan dengan hari jum’at hari yang paling utama bagi umat Islam, mudah2an diberi banyak kemudahan dan kabul hajatku...
“Robbi Hab lii min ladunka dzurriyyatan thoyyibatan,innaka samii’ud du’aa”, amin...

Rencana Suami mengeluarkan sperma dg cara masturbasi jam 8 pagi, jam 10 adalah jadwal inseminasi, bunda... bunda do’ain ya,,,

Proses Inseminasi ed. 1



Penantian Panjang...... !

Hari ini 17 februari 2014....
Tepat 4 tahun 3 bulan, saya dan dia bersama...
Masih... masih berdua .... belum ada buah hati ditengah-tengah kami...
Bulan ini adalah bulan dimana saya dan suami merencanakan untuk proses inseminasi, karena sudah selama itu kita berdua berikhtiar dan belum mendapatkan hasil.
Kenapa harus melakukan proses inseminasi...
Karena sudah beberapa bulan ini saya dan suami konsultasi ke salah satu dokter yang ada dikota kami yaitu surabaya. Dokter ini sangat kooperatif, pertama kali datang ketempat prakteknya tidak serta merta langsung diberi obat seperti pengalaman kami berdua konsultasi ke dokter sebelumnya.
Mau cerita sedikit nih...., pernah ke dokter didaerah kertajaya hasil dari rekomend dari tetangga depan rumah.., belum diperiksa uda dikasih obat segala macem banyaknya... blm didiagnosa uda jualan, ini dokter orientasinya bisnis apa nolong seh...
Balik lagi ya ke dokter yang didaerah ketabang kali ini..., dokter disini baik n informatif. Beliau praktek di Ketabangkali kalo malam, kalo praktek rumah sakit di depan Univ. Airlangga...
Tiap konsultasi biasanya di USG (perut) terlebih dahulu biaya dokter Rp. 150.000,-
Kalo kesana harus buat janji dulu kalo ga mau antriiii.....
Wuih... antrinya lumayan... kalo janjian kan dapet nomor biasanya nunggu ga lama langsung dipanggil. Pertama kali konsul saya diUSG terlihat seperti ada bayangan hitam di rahim saya.., saya dianjurkan untuk periksa di RS. Di depan Uni. Airlangga itu, yaitu USG Transvaginal biayanya Rp. 150.000. saya datang bertepatan dengan masa subur saya...., pas di USG Alhamdulillah tidak ada kistanya, bagus..., dan untuk sel telurnya bagus besanya sudah cukup untuk proses pembuahan...., dan akhirnya saya dan suami dikasih jadwal untuk berhubungan....
Setelah melewati masa itu... saya dan suami bersiap untuk melakukan hal yang terbaik utk memaxsimalkan waktu emas kita berdua.....
Nunggu.... apakah berhasil apa ga,,
Ternyata jadwal haid saya waktu itu adalah tgl 26 Des 2013 ya .... setelah merasa deg2an akhirnya tamu itu datang lagi...
Agak kecewa iya... tapi akhirnya balik lagi konsul kedokter itu...
Dipertemuan berikutnya (konsul lagi ke dokter Biaya Rp. 150.000,-) aku dan suami dianjurkan untuk HSG dan Test Sperma
Saya awalnya agak takut tapi krn keinginan keras akhirnya saya dan suami mengikuti anjuran dokter tersebut. Saya dikasih surat penghantar untuk periksa di Lab. X yang tetaknya tidak jauh dg rumah sakit pas saya melakukan USG Vagina. Pemeriksaan ini dilakukan dihari ke-12 setelah masa haid, untuk Pemeriksaan ini biayanya Rp. 750.000,- untuk pemeriksaan ini lumayan agak sakit dan sakit banget..., hasilnya saluran saya yang sebelah kanan mengalami kebuntuan.. jadi hanya ada satu2nya jalan yaitu lewat saluran yang sebelah kiri.
Untuk suami Ke-esokan harinya giliran suami yang melakukan proses Test Sperma di Rumah sakit biasanya saya periksa. Untuk Biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp. 150.000
Hasil dari test Sperma ini dalam istilah kedokteran yaitu “ Oligo astheno terato zoospermia” yang maksudnya....
Jumlah Sel Sperma dibawah Normal, dan gerakannya juga kurang bagus, dan bentuk dari sel sperma banyak yang tidak normal.
Hasil Kita berdua itu kita bawa lagi ke dokter untuk di konsultasikan lagi dengan biaya yang sama Rp. 150.000,- dan dokter mengambil kesimpulan bahwa selama ini (4 tahun menikah) belum juga dapet keturunan dikarenakan ya masalah yang ada pada masing2 pihak.
Saya juga pernah periksa ke dokter yang oke lah (terkenal dengan Bayi tabungnya, ada artis sby yang memakai program ini n berhasil), mungkin ga jodoh kale kalo aku..., Cman informasi seperti dokter diatas beda banget, mungkin krn Profesor gtu kale ...
Mungkin karena banyaknya pasien di dokter sebelumnya jadi kurang fokus gtu....
Kalo dokter ini sebelum proses sudah dikasih tau kisaran biaya yang harus dikeluarkan berapa, mungkin biar kita gak shock juga liat tagihannya... hehehe..
Kalo mau inseminasi itu biayanya kurang lebih Rp. 4.000.000,- ya kisaran itu katanya....
Disini saya mau berbagi ke semua calon bunda2 gmn seh proses inseminasi itu n berapa biaya yang harus dipersiapkan....
Setelah itu saya dianjurkan haid hari ke-3 kita mulai proses inseminasi ini...
Saya lakukan dibulan berikutnya masa haid saya...
Tapi pas haid itu datang giliran saya mau proses inseminasi si dokter lagi seminar di LN dan akan kembali 2 minggu kedepan...
Wah alamat keliwat sudah rencana kita berdua...
Tapi..... pas jadwal inseminasi tsb memang bertepatan dengan acara kawinan kakak yang memang sudah dapat dipastikan kalo bakal kecapekan... acaranya 3 hari berturut-turut....
Mungkin Allah SWT mengatur semua ini, saya berfikir dalam hati saja... (ga brfikir aneh2 sama sekali... *Rencana ALLAH SWT
Padahal saya sebelumnya sempat drop karena proses inseminasi harapan aku untuk saat ini ko ada aja yang menghalangi..., tapi ya itu ambil sisi positifnya...