Mau berbagi Inseminasi kemarin neh, jam 8 pagi suami sudah standby di
Rumah sakit untuk proses pengambilan sperma, dia diberikan wadah untuk
menampung sperma tsb, disana disediakan ruangan untuk mengeluarkan sperma. Katanya
didalam ruangan disediakan sofa dan televisi yang memutar film ****, lumayan
lama 15 menitan baru selesai proses tersebut.
Saya nunggu dirumah soalnya jadwal Inseminasi Jam 10.00 WIB, kata
suami mending nunggu dirumah aja biar ga capek ...
Setelah suami balik ke rumah, dia mandi dan bersih-bersih soalnya
kebetulan hari itu kan hari jum’at. Setelah selesai saya dan suami meluncur
kembali ke rumah sakit, Pas Jam 10.00 WIB diruangan di Lantai 2 khusus
Fertilitas, ramai banget sampai-sampai gak ada tempat duduk. Uda gitu saya dan
suami lgs ke suster menanyakan apakah si dokter sudah datang apa belum. Ternyata
dokter masih rapat...., lumayan nunggu sampe jam 11.30 dokter baru dateng,
ternyata pas hari itu yang akan menjalani proses inseminasi ada lebih dari 2
org, jadi antri untuk ruangannya....
Pas nunggu saya kenalan dg seseorang yang juga berobat disitu, namanya
Ibu yane.. dia sendirian aja setelah ngobrol sedikit ternyata dia tinggal di
probolinggo, yane sudah 8 thn menikah dan belum dikaruniai anak sama sekali,
disana dia ikut programm Bayi Tabung (disingkat BT), dia pernah ikut inseminasi
2 kali, dan belum berhasil, suaminya bekerja diluar pulau. Kalau mendengar
ceritanya untuk proses BT lebih rumit dan memakan biaya yang tidak sedikit,
prosesnya harus bolak balik Rumah sakit.., ya disana kami berdua berbagi cerita
tentang perjuangan yang telah ditempuh baik alternatif maupun dokter....,
banyak cerita suka dukanya...
Setelah ngobrol panjang giliran ibu yane yang dipanggil duluan...
Setelah nunggu ternyata waktu sholat jumat telah datang, kebetulan
dokter muslim dan laki-laki otomatis harus sholat jum’at dahulu, suami n dokter
akhirnya sholat dulu...
Jam menunjukan pukul 12.30 WIB dokter sudah kembali, suamiku malah
belum, aku sudah disuruh masuk keruangan persalinan dahulu sambil menunggu
dokter, setelah disuruh ke kamar kecil dahulu dimulai proses ini...
Dokter dateng dan beliau minta maaf kalo jadwal insemnya mundur ampe
jam segini, saya bilang gak apa2 dok, terus setelah diberitahukan jumlah sperma
yg akan disemprotkan dengan alat sejumlah 10 juta saya berdoa mudah2an jumlah
ini adalah yang terbaik dan menghasilkan sepasang anak yang baik..., memang
selama ini di doaku saya selalu memanjatkan “Ya Allah SWT berilah hambamu
sepasang anak yang baik dari sisimu, sesungguhnya Engkau Maha Pendengar Doa”. Amin...
Ga nyampe 15 menit proses tersebut sudah terjadi, pas dokter ngasih
aba-aba kalo akan disemprotkan saya berdoa dalam hati...
Selesai sudah proses tersebut....
Saya disuruh menunggu lagi diatas tempat tidur untuk istirahat kurang
lebih 45 menitan....
Diruangan itu posisi bokong saya lebih tinggi dari badan... dan
istirahat....
Sambil komunikasi dg suami, suami udah ada didepan menunggu.... suami
diluar.
Setelah selesai saya dikasih resep obat Penguat kandungan sebanyak 15
kapsul yang diminum atau dimasukkan ke maaf (Vagina saya).
Biaya Rp. 1.425.000,- proses Inseminasi beserta
obatnya.
Berarti Total Biaya yang harus dikeluarkan untuk Proses Inseminasi
sebesar Rp. 4.214.000,-
Setelah selesai semua saya sholat dhuhur dulu, kemudian mencari makan
karena kebetulan uda jam 14.00 WIB,.
Jadi Bunda-bunda itu sedikit pengalaman saya untuk proses inseminasi
berikut biayanya....
Semoga Tulisan ini membawa manfaat bagi pembacanya...
Dan tidak lupa mohon doa bunda-bunda semoga Proses ini berhasil,
amin....
Hari ini saya proses menunggu sampai datangnya waktu Haid yang menurut
perkiraan tgl 14 Maret 2014, Semoga jadi ya Allah SWT......
Maaf masih belum berhasil
BalasHapus